Prabowo Akui MBG Banyak Kekurangan, Lebih dari 3.000 Dapur Ditutup – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), masih memiliki banyak kekurangan dalam pelaksanaannya .
Baca Juga: Ekspor Sawit dan Batu Bara Wajib Lewat BUMN Mulai 1 September 2026
Pemerintah Tutup Lebih dari 3.000 Dapur MBG
Dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menutup lebih dari 3.000 dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah .
“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ujar Prabowo di hadapan para anggota dewan .
Kepala negara juga meminta para pejabat dan kepala daerah untuk memeriksa dapur-dapur di daerah masing-masing. Ia mempersilakan anggota DPR dan bupati untuk turun langsung melakukan inspeksi .
“Saya sudah minta para pejabat, dan saya persilakan anggota DPR, bupati di mana-mana, silakan periksa semua dapur, kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera akan segera kita tindak,” tegasnya .
Komitmen Tegas: Tidak Akan Mentoleransi Kesalahan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan masalah penting seperti program MBG diurus secara tidak benar. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti setiap laporan ketidaksesuaian yang ditemukan di lapangan .
“Kita tidak akan mengizinkan masalah begini penting untuk diurus secara tidak benar,” lanjutnya .
Pernyataan tegas ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program yang menyasar jutaan penerima manfaat tersebut.
Capaian Program MBG: 62,4 Juta Penerima per Hari
Meskipun masih banyak kekurangan, program MBG telah menunjukkan capaian yang signifikan. Prabowo melaporkan bahwa saat ini program MBG sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari .
Rincian penerima tersebut terdiri dari:
-
6,3 juta balita
-
2 juta ibu menyusui
-
868 ribu ibu hamil
Perluasan Sasaran: Lansia Tunggal
Presiden juga mengumumkan rencana perluasan program MBG ke kelompok lanjut usia. Pemerintah akan memberikan MBG kepada 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, hidup sebatang kara, dan yang membutuhkan asupan makan bergizi .
“Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi,” ujar Prabowo .
Landasan Konstitusional
Prabowo menegaskan bahwa program ini merupakan amanat konstitusi. “Itu adalah perintah UUD pasal 33 dan pasal 34 bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara,” katanya .
Penegasan ini sekaligus menjadi dasar filosofis mengapa program MBG terus dijalankan dan diperluas jangkauannya meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya.
Evaluasi Berkelanjutan Jadi Kunci
Penutupan ribuan dapur MBG menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam melakukan evaluasi dan perbaikan program. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa program tepat sasaran.
Dengan komitmen yang kuat dari presiden dan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan, termasuk DPR dan pemerintah daerah, diharapkan program MBG dapat terus ditingkatkan kualitasnya untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat secara bertahap.