Danantara Genap Setahun, Telkom Dukung Pendidikan Generasi Muda – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya mendukung transformasi digital pendidikan. Hal ini bertepatan dengan perayaan satu tahun Danantara Indonesia.
Direktur Utama Telkom sekaligus Ketua Departemen Infrastruktur Digital Danantara, Ririek Adriansyah, menyebut dunia pendidikan memasuki era baru. Era ini menuntut inovasi yang efisien secara biaya. Era ini juga membutuhkan perubahan transformasional bagi generasi penerus bangsa.
Baca Juga: SKB 7 Menteri soal AI di Pendidikan: Alat, Bukan Pengganti Manusia
“Sektor pendidikan memasuki era baru yang menuntut kita terus berinovasi. Ini peluang Danantara dan Telkom. Kita bisa menciptakan terobosan yang cost-effective sekaligus transformasional,” kata Ririek dalam pernyataan resminya, Kamis (23/4/2026).
Fokus pada Talenta Digital Berkualitas
Ririek menyoroti tingginya tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai talenta digital berkualitas jadi solusi utama masalah tersebut.
“Di tengah tantangan ekonomi global yang kompleks, kita butuh SDM kompeten secara teknis dan adaptif terhadap perubahan. Kebutuhan talenta digital berkualitas menjadi sangat genting,” ujarnya.
Indonesia masih kekurangan talenta digital yang memenuhi standar industri. Ketimpangan ini ingin dijembatani “Gerakan Nasional 1.000 Talenta Digital”. Danantara menginisiasi gerakan ini dan TelKom mendukungnya penuh.
Sinergi Danantara dan Telkom
Danantara Indonesia adalah program percepatan transformasi digital nasional. Program ini melibatkan berbagai BUMN dan mitra strategis. Program ini genap berusia satu tahun.
Selama setahun, Danantara berhasil menciptakan ekosistem digital yang mendorong efisiensi dan inovasi di berbagai lini. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang merasakan dampaknya.
Dalam konteks ini, peran Telkom sebagai digital telco sangat krusial. Telkom membangun infrastruktur digital hingga pelosok negeri. Telkom juga mengembangkan platform edukasi digital. Perusahaan ini juga memfasilitasi pendidikan vokasi dan pelatihan coding untuk mencetak bibit-bibit unggul.
Kolaborasi Danantara dan Telkom mencakup beberapa program utama. Keduanya berencana memperluas akses internet cepat ke 15.000 sekolah terpencil pada 2027. Mereka juga menginkubasi 500 startup rintisan (edtech) lokal yang fokus pada kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi belajar. Program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu juga akan diperluas secara nasional melalui integrasi data Danantara.
Menatap Masa Depan
Sekretaris Perusahaan Telkom, Ahmad Reza, menambahkan bahwa inovasi layanan Telkom terus menekan ketimpangan digital. “Dengan jangkauan Fiber-to-the-x (FTTx) mencapai 8,5 juta pelanggan, kami mampu menghadirkan pengalaman digital terbaik. Ini fondasi utama memberdayakan pendidikan Indonesia,” jelasnya.
Memasuki tahun kedua, Telkom bersama Danantara berencana meluncurkan platform “Merdeka Mengajar 2.0”. Platform ini akan mengintegrasikan kecerdasan buatan. AI akan membantu guru membuat materi ajar berdiferensiasi bagi siswa berkebutuhan khusus. Langkah ini diharapkan menurunkan angka putus sekolah di 3T secara signifikan.
Dengan sinergi yang kuat, masa depan pendidikan Indonesia semakin cerah. Teknologi digital menjadi katalis untuk menciptakan generasi emas. Generasi ini siap bersaing di kancah global dan tidak tertinggal di tengah derasnya arus informasi.