Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menemukan indikasi kuat adanya rekayasa laporan keuangan di tubuh PT Pos Indonesia (Persero) setelah melakukan proses uji tuntas (due diligence) secara menyeluruh.
Baca Juga: Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa temuan tersebut merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh yang saat ini sedang dilakukan terhadap BUMN logistik tersebut. Selain dugaan rekayasa keuangan, Danantara juga menemukan berbagai penyimpangan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
“PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.” – Rohan Hafas, Managing Director Danantara
Temuan dan Tindak Lanjut
Temuan dugaan rekayasa keuangan ini didapat setelah Danantara melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi PT Pos Indonesia. Saat ini, seluruh indikasi penyimpangan tersebut sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Rohan menegaskan bahwa Danantara tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. “Satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum,” tegasnya.
Mundurnya Direktur Utama
Pengumuman temuan ini bertepatan dengan pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, yang resmi mengundurkan diri pada 2 Juli 2026 setelah menjabat sekitar tiga bulan. Joseph ditugaskan memimpin pembenahan perusahaan sejak Maret 2026 dan mengakui bahwa PT Pos memerlukan perombakan fundamental.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan bahwa pengunduran diri Joseph murni atas keinginan pribadi. Danantara sendiri akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi perusahaan.
Kondisi Kinerja PT Pos
Sebelum mundur, Joseph sempat memaparkan kinerja keuangan PT Pos di hadapan Komisi VI DPR pada 22 Juni 2026. Pendapatan usaha PT Pos anjlok 20% pada 2025 menjadi Rp3,9 triliun, hanya mencapai sekitar 63% dari target Rp6,2 triliun.
Penurunan paling signifikan terjadi pada lini bisnis logistik yang turun drastis dari Rp2 triliun menjadi hanya Rp600 miliar, karena berakhirnya program distribusi pangan dan bansos pemerintah. EBITDA perusahaan juga jauh dari target, hanya mencapai Rp300 miliar dari target Rp800 miliar.
