Pertamina Terus Pantau Pengguna Pertamax yang Beralih ke Pertalite

Pertamina Terus Pantau Pengguna Pertamax yang Beralih ke Pertalite – PT Pertamina (Persero) terus memantau potensi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi Pertamax ke BBM subsidi Pertalite. Pemantauan ini dilakukan menyusul lebarnya selisih harga antara kedua jenis BBM tersebut yang mencapai Rp6.250 per liter setelah penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 .

Harga Pertamax (RON 92) saat ini dibanderol Rp16.250 per liter, sementara Pertalite tetap di harga subsidi Rp10.000 per liter . Selisih harga yang signifikan ini dikhawatirkan mendorong konsumen, terutama dari kalangan menengah, untuk beralih ke BBM subsidi yang lebih murah .

Baca Juga: Belajar dari LPG, Adakah Strategi Mulus untuk Migrasi CNG?

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pihaknya terus mencermati dinamika ini untuk memastikan penyaluran BBM nonsubsidi dan subsidi tetap berjalan sesuai kebutuhan . “Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus pantau,” ujar Baron .

Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, memperkirakan sekitar 10 persen konsumen Pertamax berpotensi pindah ke Pertalite, berdasarkan pengalaman kenaikan harga serupa pada April 2022 . Namun, kuota Pertalite dinilai masih cukup untuk menampung perpindahan tersebut .

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa mayoritas pengguna Pertamax berasal dari kelompok masyarakat mampu. Ia mengingatkan agar konsumen yang kendaraannya memang direkomendasikan menggunakan BBM nonsubsidi tidak beralih ke BBM bersubsidi, sehingga kuota subsidi tetap dinikmati oleh masyarakat yang berhak .

Selain Pertamina, Kementerian ESDM juga telah menyiapkan langkah mitigasi dengan memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi melalui sistem QR Code dan pengawasan lapangan . Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut pergeseran konsumen dari Pertamax ke Pertalite hingga saat ini belum masif. Perpindahan yang terlihat masih terbatas dari Pertamax Turbo ke Pertamax .

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meminta Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi di berbagai daerah . Pemerintah menjamin harga Pertalite dan Biosolar tidak akan naik hingga akhir tahun sebagai bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan .

Tinggalkan komentar

Exit mobile version