Bos BTN Bocorkan Strategi Agar Kaum Unbankable Bisa Punya Rumah – Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu membagikan strategi jitu agar masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan atau unbankable dapat memiliki rumah. Kunci utamanya terletak pada pemanfaatan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan digitalisasi perbankan.
Baca Juga: Trik Staycation Akhir Pekan yang Hemat di Hotel Premium Pilihan
🎯 KPR Subsidi: Jalan Menuju Rumah bagi Kaum Unbankable
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa program KPR subsidi didesain berbeda dengan KPR komersial. Jika KPR komersial menetapkan batas minimum pendapatan, KPR subsidi justru menetapkan batas maksimal penghasilan. Hal ini untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) .
Nixon mengungkap bahwa kelompok sasaran KPR subsidi adalah masyarakat pada desil 3 hingga desil 8. Desil 3 merupakan kelompok yang masuk dalam 21-30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional atau dikategorikan sebagai kelompok hampir miskin .
“Desil 3 sampai desil 8 itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi,” ujar Nixon dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Bantul, Sabtu (23/5/2026) .
🏠 Bantuan Stimulan untuk Masyarakat Berpenghasilan Terendah
Nixon mengakui bahwa kelompok desil 1 dan desil 2 yang merupakan masyarakat dengan pendapatan paling rendah masih sulit mengakses skema KPR. Untuk menjangkau mereka, pemerintah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) .
Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan hingga Rp20-25 juta per rumah tangga untuk pembangunan atau perbaikan rumah. Program BSPS tahun ini menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia .
“Desil 1, desil 2, atau penghasilan di bawah Rp2,6 juta per bulan ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp20 juta sampai Rp25 juta per rumah tangga,” jelas Nixon .
📱 Digitalisasi: Cara Jitu Jangkau Unbanked
Selain pembiayaan, BTN mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh akses bank. Nixon menilai penetrasi ponsel di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank .
Buktinya, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun. “Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked,” ungkap Nixon .
Saat ini, BTN juga telah meluncurkan Super App Bale by BTN yang menawarkan solusi perbankan menyeluruh secara digital, termasuk fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien tanpa perlu datang ke kantor cabang .
📊 Tenor KPR Lebih Panjang, Cicilan Lebih Ringan
Nixon menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah mengkaji opsi tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Tujuannya agar cicilan rumah menjadi lebih ringan dan dapat menjangkau lebih banyak MBR, termasuk kelompok desil 2 .
“Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudahan desil 2 bisa dapat,” pungkas Nixon .
Dengan strategi kombinasi antara KPR subsidi, BSPS, dan digitalisasi, BTN optimis dapat terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum unbankable. Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan 6 juta unit rumah subsidi sejak awal program .
