Starbucks Dikabarkan PHK Lagi, Kali Ini Divisi Teknologi!

Starbucks Dikabarkan PHK Lagi, Kali Ini Divisi Teknologi! – Raksasa kopi dunia, Starbucks, kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kali ini, perusahaan menyasar divisi teknologi. Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak.

Baca Juga: Investasi Manufaktur Q1 2026 Tembus Rp418 Triliun, Serap 219 Ribu Tenaga Kerja

Rumor PHK Divisi Teknologi

Starbucks mengumumkan PHK kepada karyawannya pada Selasa (21/4/2026). Sebelumnya, rumor PHK sudah lama beredar di internal perusahaan.

PHK ini terpisah dari rencana relokasi. Starbucks memindahkan ratusan pegawai divisi teknologi dari Seattle ke Nashville. Kantor baru di Nashville nantinya akan menampung hingga 2.000 pekerja.

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Hingga kini, Starbucks belum mengonfirmasi jumlah pasti pekerja yang terkena PHK. Namun, manajemen sudah mengirim pesan internal. Pesan itu menjelaskan tujuan langkah ini.

“Kami melakukan perubahan struktural untuk bergerak lebih cepat. Kami juga mempertajam fokus. Kami ingin memastikan kesiapan mewujudkan prioritas terpenting kami,” demikian bunyi pesan manajemen Starbucks.

Restrukturisasi ini bagian dari upaya besar Starbucks. Perusahaan ingin membenahi bisnis di bawah CEO baru, Brian Niccol. Niccol bergabung pada 2024.

Tugas Niccol cukup berat. Ia harus mengatasi perlambatan penjualan. Ia juga perlu menekan tekanan laba. Selain itu, masalah operasional di gerai juga perlu diselesaikan.

CTO Baru Bawa Perubahan

Starbucks menunjuk CTO baru pada Desember lalu. Perusahaan memilih Anand Varadarajan. Sebelumnya, Varadarajan menghabiskan hampir dua dekade di Amazon.

Dengan pemimpin baru, divisi teknologi tengah melakukan perubahan signifikan. Starbucks tidak hanya fokus pada pemangkasan biaya. Perusahaan juga berinvestasi pada berbagai inisiatif teknologi.

Beberapa inisiatif tersebut antara lain asisten pemesanan minuman bertenaga AI. Starbucks juga mengembangkan sistem optimalisasi waktu pemesanan melalui gawai.

Bukan PHK Pertama

Starbucks memang sedang melakukan efisiensi besar-besaran. Sepanjang tahun lalu, perusahaan menutup ratusan gerainya di AS dan Kanada. Mereka juga memberhentikan hampir 1.000 pekerja ritel dan non-ritel.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, Starbucks sudah memberhentikan sekitar 1.100 karyawan di tingkat korporat. Jadi, PHK divisi teknologi ini merupakan kelanjutan dari tren tersebut.

Konsolidasi ke Nashville

Selain PHK, Starbucks juga merelokasi karyawan teknologi. Beberapa dari Seattle akan pindah ke kantor baru di Nashville. Kantor ini akan menjadi pusat teknologi dan korporat yang penting.

Meski sedang hemat biaya, Starbucks tetap merekrut untuk posisi baru. Mereka membutuhkan tenaga kerja untuk mendukung operasional gerai. Ini bagian dari strategi restrukturisasi jangka panjang.

Target perusahaan cukup ambisius. Starbucks ingin memangkas biaya hingga miliaran dolar dalam dua tahun ke depan.

Tinggalkan komentar

Exit mobile version