Kemenkraf Dorong 4 Startup RI Bidik Pasar Jepang Usung Sustainability

Kemenkraf Dorong 4 Startup RI Bidik Pasar Jepang Usung Sustainability – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa keikutsertaan startup ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis hingga menarik investasi global .

“Empat startup dari program ini akan kita kirimkan, kita siapkan untuk bisa hadir dalam event besar di Tokyo. Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas, atau bahkan mendapatkan bisnis partner, atau investasi untuk pengembangan usaha mereka,” ujar Teuku Riefky dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4) .

Baca Juga: Pajak Orang Kaya: Rencana Progresif yang Berisiko ke Investasi

4 Startup Indonesia yang Siap Mendunia

Keempat startup yang terpilih berasal dari berbagai sektor, mulai dari keberlanjutan (sustainability) hingga pengembangan talenta digital. Mereka adalah Bell Living LabGapaiIJO, dan SPUN .

Berikut profil singkat masing-masing startup:

Bell Living Lab: Startup ini mengembangkan material ramah lingkungan dari limbah pertanian. Mereka secara khusus memanfaatkan ampas kopi untuk memenuhi kebutuhan industri fesyen dan furnitur berbasis ekonomi sirkular .

IJO: Startup di sektor agritech yang memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasar pupuk dan pestisida ramah lingkungan. Tujuannya adalah mendukung praktik pertanian berkelanjutan .

SPUN: Startup teknologi yang menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform ini dirancang untuk mempermudah proses pengurusan visa lintas negara di kawasan Asia Tenggara .

Gapai: Startup yang berfokus pada ketenagakerjaan dengan menghubungkan tenaga kerja Indonesia terampil ke pasar global, termasuk sektor perhotelan, manufaktur, dan layanan .

Filosofi “Sustainability” Kunci Tembus Pasar Jepang

Pemilihan keempat startup ini tidak lepas dari tren pasar global yang saat ini sangat peduli pada isu lingkungan. Teuku Riefky menjelaskan bahwa pasar Jepang memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap isu keberlanjutan (sustainability) .

“Misalnya Jepang, mereka kan sangat tertarik yang kaitannya dengan sustainability,” kata dia .

Oleh karena itu, pemerintah menilai inovasi ramah lingkungan yang diusung Bell Living Lab dan IJO memiliki peluang besar untuk diterima di sana.

Target dan Strategi Pemerintah

Selain memperluas pasar, pemerintah juga menargetkan adanya transfer teknologi dan kolaborasi nyata dengan pelaku industri di Jepang.

“Target output-nya adalah kerja sama bisnis, apakah itu untuk memperluas pasar atau mungkin bertemu dengan bisnis partner yang juga bisa memberikan investasinya untuk membesarkan bisnis dari empat startup ini,” ujar Teuku Riefky .

Sebelum diberangkatkan, pemerintah memberikan pendampingan intensif. Pendampingan ini mencakup penyusunan proposal bisnis hingga pemahaman mendalam tentang karakteristik pasar Jepang. Hal ini penting agar para startup dapat menyajikan storytelling yang menarik bagi calon mitra bisnis di negara tersebut .

“Pendampingan termasuk persiapannya, karena bisnis proposal itu juga penting, ketika kita mau hadir ke sebuah negara juga kita penting tahu bagaimana sebetulnya market di negara itu, kemudian storytelling yang menarik bagi pengusaha-pengusaha di negara itu,” jelasnya .

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Kemenekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional serta mendorong Kekayaan Intelektual (IP) Indonesia agar semakin dikenal di kancah global .

Tinggalkan komentar

Exit mobile version