Serapan Pupuk Bersubsidi di Sumatra Tembus 683 Ribu Ton – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyerapan pupuk bersubsidi di wilayah Regional I atau Pulau Sumatera mencapai 683 ribu ton hingga April 2026. Jumlah ini setara dengan 30 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 2,22 juta ton .
Baca Juga: Elektronik Bakal Diskon di Transmart Full Day Sale, Cek Daftarnya
Senior Manager Regional IA Pupuk Indonesia, Beni Farlo, menyampaikan bahwa capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada tahun 2025, serapan pupuk bersubsidi di Sumatera tercatat 479 ribu ton. Dengan demikian, terjadi lonjakan sebesar 142 persen .
“Hal ini menandakan petani kita sangat antusias dalam melakukan kegiatan bercocok tanam,” ujar Beni usai kegiatan tanam padi bersama Pemerintah Kabupaten Dairi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Rabu (22/4) .
Faktor Pendorong Peningkatan Serapan
Tingginya serapan pupuk bersubsidi di Sumatera tidak lepas dari transformasi tata kelola penyaluran yang dilakukan pemerintah. Perubahan ini menyederhanakan birokrasi distribusi. Akibatnya, petani lebih mudah menebus pupuk bersubsidi .
Penyederhanaan regulasi tertuang dalam Peraturan Presiden No. 6/2025. Aturan ini kemudian disempurnakan kembali melalui Peraturan Presiden No. 113/2025. Hasilnya, petani bisa menebus pupuk subsidi setiap tanggal 1 Januari tanpa menunggu birokrasi panjang .
Dalam praktiknya, petani terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Mereka cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios resmi. Atau ke Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) saat menebus pupuk subsidi .
Dampak lainnya, pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen. Penurunan ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi sejak 22 Oktober 2025 .
Kontribusi terhadap Swasembada Pangan
Beni berharap serapan pupuk subsidi yang tinggi berdampak positif terhadap produktivitas pertanian. Hal ini diharapkan mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional .
Memasuki musim tanam berikutnya, Pupuk Indonesia akan terus menjaga ketersediaan stok. Stok pupuk subsidi di tingkat kios atau pengecer resmi tetap tersedia. Perusahaan juga terus melakukan sosialisasi kepada petani. Sosialisasi mencakup tata cara penebusan hingga aplikasi pemupukan yang tepat di lahan .
Serapan Nasional
Tingginya serapan pupuk di Sumatera turut berkontribusi pada penyerapan pupuk nasional. Pada periode yang sama, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional mencapai 2,85 juta ton. Jumlah ini sekitar 29 persen dari total alokasi sebesar 9,85 juta ton .
“Capaian ini menunjukkan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Regional I Pupuk Indonesia berjalan dengan baik. Penyaluran terus mengalami peningkatan seiring penguatan sistem distribusi. Dukungan digitalisasi juga mempercepat proses penebusan pupuk oleh petani,” tutup Beni .
